Oleh: ahmadkhoiruddin | Januari 29, 2010

Sholat Jum’at


Sholat Jum’at bertepatan pada hari iedul fitri :

عن إياس بن أبي رملة الشامي قال شهدت معاوية بن أبي سفيان وهو يسأل زيد بن أرقم قال أشهدت مع رسول الله صلى الله عليه و سلم عيدين اجتمعا في يوم قال نعم قال فكيف صنع قال صلى العيد ثم رخص في الجمعة فقال من شاء أن يصلي فليصل *  رواهأبي داود

Dari Iyas bin Abi Romlah As-Syami, ia berkata : aku pernah mendengar Mu’awiayah bin abi sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqom : apakah engkau pernah melaksanakan dua sholat ied bersama rasulullah saw yang bertepatan dalam satu hari? Zaid berkata : iya, mu’awiyah kembali bertanya : lalu bagaimana beliau melaksanakannya? Zaid menjawab : beliau melaksanakan sholat ied kemudian memberikan rukhsoh sholat jum’at, dan beliau bersabda ((barang siapa yang hendak sholat maka sholatlah)) [HR. Abu Daud] [1]

Hadits di atas menyebutkan bahwa Rasulullah saw memberikan rukhsoh kepada kita, untuk memilih antara mengerjakan sholat jum’at atau tidak jika sholat jum’at tersebut bertepatan pada hari iedul fitri.

Akan tetapi Abu Hurairah juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw mengerjakan sholat ied di pagi hari dan beliau juga mengerjakan sholat jum’at pada siang harinya bersama para sahabat. Lafadz beliau berbunyi :

فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَة وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ  . وَأَخْرَجَهُ اِبْن مَاجَهْ وَالْحَاكِم ، وَصَحَّحَ الدَّارَقُطْنِيُّ

Artinya : “Barang siapa yang hendak melaksanakanya (sholat jum’at) maka ia akan mendapatkan pahala dari sholat jum’at tersebut, dan sungguh kami melaksanakan sholat jum’at” [ Di riwayatkan ibnu majah, al-hakim, dan di shohihkan oleh daruquthni ] [2]

Syaikh Al-A’thiyah menjelaskan bahwa hadits di atas merupakan rukhsoh bagi penduduk luar kota madinah, karena mereka melaksanan sholat iedul fitri di masjid nabawi, maka akan memberatkan mereka jika sepulang dari sholat iedul fitri mereka harus kembali ke madinah, untuk melaksanakan sholat jum’at, padahal jarak rumah mereka dengan masjid nabawi puluhan kilo, hal ini juga pernah terjadi  pada masa Utsman bin Affan, dan beliau juga memberikan rukhsoh bagi penduduk di luar kota madinah.[3] Pendapat ini juga yang di pilih oleh ibnu jauzi[4], dan syaikh bin bazz[5]


[1] Sunan Abu Daud, jld 1, hlm : 170

[2] Aunul Ma’bud syrah Sunan Abu Daud, Al-Mubarokfury, jld 4, hlm 408-410, Abu Daud juga meriwayatkan hadits ini.

[3] Syarah Bulughul Maram, Syaikh Al-‘Athiyah Muhamad Salim, jld 2 / hlm 147

[4] Kasyful Musykil min hadits shohihain, jld 1/hlm : 66, darul wathon, Riyadh.

[5] Fatawa Asy-Syabakah Al-islamiyah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: